JABATAN DAN TANGGUNG JAWAB: PANDANGAN AKADEMIK OKI PRASETIAWAN TERKAIT HUBUNGAN YANG TAK TERPECAHKAN

Terkini 26 Mar 2026 22:34 3 min read 18 views By DPN PERADI Dr. Imam Hidayat, S.H.,M.H.
JABATAN DAN TANGGUNG JAWAB: PANDANGAN AKADEMIK OKI PRASETIAWAN TERKAIT HUBUNGAN YANG TAK TERPECAHKAN
"Setiap Kedudukan yang Dipercayakan Membawa Beban Amanah yang Tidak Boleh Diabaikan"

JAKARTA, 26 MARET 2026 – Dalam disiplin ilmu manajemen organisasi dan etika profesional, hubungan antara jabatan dan tanggung jawab merupakan konstruksi teoritis yang memiliki implikasi mendalam bagi praktik kepemimpinan. Menurut Oki Prasetiawan, SM., SH., MH., CLMA, setiap kedudukan yang dipercayakan bukanlah kesempatan untuk memanfaatkan kekuasaan atau menegaskan dominasi hierarkis, melainkan mandat profesional yang membawa beban amanah yang tidak boleh diabaikan.

 

“Setiap jabatan yang dipercayakan harus diartikulasikan sebagai mandat yang mengharuskan pelaksanaan tugas dengan penuh tanggung jawab, bukan sebagai alat untuk memanfaatkan kedudukan atau menindas pihak lain,” tegasnya dalam kajian akademis yang diterbitkan terkait etika kepemimpinan.

 

KERANGKA TEORITIS YANG MENDASARI PANDANGAN

 

Sebagai akademisi dan praktisi yang mendalami berbagai disiplin ilmu, Oki mengemukakan bahwa hubungan antara jabatan dan tanggung jawab didasarkan pada kerangka teoritis yang kokoh:

 

1. Teori Stewardship – menjelaskan bahwa jabatan merupakan wadah untuk mengelola sumber daya demi kepentingan kolektif, bukan untuk kepentingan individu.

2. Prinsip Etika Fiduciari – setiap yang menjabat memiliki kewajiban untuk mengutamakan kepentingan institusi dan pihak yang dipercayakan.

3. Teori Kontingensi – efektivitas jabatan tergantung pada kesesuaian antara gaya pelaksanaan tugas dengan kondisi lingkungan organisasi.

 

“Dalam kerangka akademis yang saya kembangkan, jabatan tidak dapat direduksi menjadi instrumen kekuasaan semata,” jelas Oki. “Ia adalah konstruksi sosial yang mengedepankan tanggung jawab untuk memberikan dampak positif, yang selaras dengan prinsip servant leadership yang mengutamakan pertumbuhan bersama.”

 

ANALISIS DAMPAK AKADEMIK

 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Oki, terdapat perbedaan substantif antara pelaksanaan jabatan yang berorientasi pada tanggung jawab dan yang berfokus pada kekuasaan:

 

- Orientasi Berbasis Tanggung Jawab – menghasilkan peningkatan keterlibatan kerja hingga 30% menurut data empiris, serta memperkuat kredibilitas institusi melalui kontribusi yang dapat diukur.

- Orientasi Berbasis Kekuasaan – menyebabkan penurunan produktivitas dan melanggar prinsip etika profesional, yang dapat merusak fondasi organisasi dalam jangka panjang.

 

Menurut Oki, “Ketika jabatan dipisahkan dari tanggung jawab, muncul berbagai masalah seperti penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan kelalaian dalam menjalankan tugas. Hal ini tidak hanya merugikan pihak tertentu, tetapi juga menghambat pencapaian tujuan strategis organisasi.”

 

IMPLIKASI PRAKTIS DAN TEORITIS

 

Secara akademis, pandangan Oki menjadi dasar untuk mengembangkan model kepemimpinan yang berkelanjutan. “Konsep ini bukan hanya pesan normatif, melainkan konstruksi teoritis yang dapat diukur dan diimplementasikan melalui sistem evaluasi kinerja yang tidak hanya mengukur output, tetapi juga bagaimana output tersebut dicapai,” jelasnya.

 

Dalam konteks praktis, Oki menyarankan agar institusi menyusun pedoman operasional yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab setiap jabatan, serta memberikan pelatihan berkala tentang etika profesional dan manajemen risiko. Hal ini bertujuan untuk membangun budaya organisasi yang mengedepankan tanggung jawab sebagai bagian tak terpisahkan dari setiap kedudukan.

 

KESIMPULAN 

 

Oki menegaskan bahwa makna sejati jabatan dalam ilmu manajemen dan etika profesional terletak pada kontribusi yang diberikan – bukan pada kekuasaan yang dimiliki. “Sejarah akan mengingat kita bukan karena jabatan yang pernah kita emban, melainkan bagaimana kita menjalankan tanggung jawabnya untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

(red)

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp