DPN PERADI Dr. Imam Hidayat, SH.,MH. MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA NYEPI 19 MARET 2026

Terkini 18 Mar 2026 19:49 3 min read 44 views By DPN PERADI Dr. Imam Hidayat, SH.,MH.
DPN PERADI Dr. Imam Hidayat, SH.,MH. MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA NYEPI 19 MARET 2026
Dalam Heningnya, Kita Menemukan Makna yang Mendalam

JAKARTA, 19 Maret 2026 – Pada hari suci Nyepi, Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi bagi seluruh umat Hindu di Indonesia dan seluruh penjuru dunia yang merayakannya. Dengan tema "Rahajeng Rahina Nyepi", perayaan tahunan ini mengajak kita semua untuk merenung dalam kedalaman hening yang sarat akan makna filosofis.

 

Dalam pesan resmi yang disampaikan secara bersama, Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H. – Ketua Umum DPN PERADI dan Alam P. Simamora, S.H., M.H. – Sekretaris Jenderal DPN PERADI menyampaikan bahwa hari suci yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 ini bukan hanya tentang perhentian aktivitas, melainkan sebuah perjalanan dalam diri untuk menemukan kedamaian yang hakiki.

 

MENYELAMI MAKNA FILOSOFIS NYEPI

 

Konsep Amati Nyoman yang menjadi inti perayaan Nyepi mengajarkan kita bahwa keheningan bukanlah sekadar ketiadaan suara, melainkan sebuah ruang untuk menyadari hubungan yang tak terucapkan antara manusia dengan alam semesta. Dalam heningnya, kita belajar bahwa kedamaian sejati datang dari dalam diri sebelum mampu menciptakan kedamaian di luar.

 

"Nyepi mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada aktivitas yang terus-menerus, melainkan pada pemahaman akan esensi kehidupan yang mendalam," ujar Dr. Imam. "Dalam heningnya, kita menyadari bahwa setiap langkah yang kita ambil harus selaras dengan hukum alam dan hukum negara yang berlaku."

 

DPN PERADI sebagai organisasi profesi hukum terkemuka mengakui bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi seperti Nyepi menjadi pondasi penting dalam membangun kesadaran hukum yang hidup dan bernuansa kemanusiaan.

 

FILSAFAT HUKUM DALAM SINERGI DENGAN TRADISI BUDAYA

 

Hari suci Nyepi juga menjadi momentum untuk menyadari bahwa nilai-nilai budaya dan prinsip hukum yang berlaku memiliki titik temu yang dalam. Menurut Alam P. Simamora, setiap interaksi antara masyarakat dengan institusi negara seharusnya tumbuh dari pemahaman bersama tentang kedudukan masing-masing pihak, yang pada intinya sama-sama bertujuan untuk terwujudnya kesejahteraan dan keadilan.

 

"Kita tidak boleh memisahkan antara nilai budaya dan prinsip hukum," jelasnya. "Tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi seperti Nyepi menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal dapat hidup berdampingan dengan kerangka hukum nasional, menciptakan harmoni yang memperkaya kedua belah pihak serta memperkuat ikatan persatuan dan kesatuan bangsa."

 

KESIMPULAN: MENEMUKAN MAKNA DALAM HENINGNYA

 

Dr. Imam Hidayat menegaskan bahwa perayaan Nyepi tahun ini membawa makna yang lebih dalam bagi seluruh bangsa Indonesia. "Heningnya Nyepi bukan hanya jeda dari aktivitas sehari-hari, melainkan sebuah perjalanan untuk menemukan makna yang lebih dalam tentang kehidupan dan hubungan kita dengan alam semesta," ujarnya. "Ini adalah momen untuk merenungkan kontribusi kita masing-masing bagi kemajuan bangsa dan bagaimana setiap langkah kita dapat membawa manfaat bagi orang banyak."

 

Alam P. Simamora menambahkan bahwa setiap tradisi budaya yang sarat akan nilai memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan penuh dengan rasa hukum. "DPN PERADI menghargai kekayaan budaya Indonesia yang beragam, dan melihat dalam setiap tradisi terdapat pesan universal yang dapat memperkuat fondasi negara hukum kita," jelasnya.

 

Dengan demikian, perayaan Nyepi 19 Maret 2026 bukan hanya sebuah tradisi yang dilestarikan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang menjadi landasan pembangunan bangsa Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.(red)

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp